"Memang kalau nilai tukar petani (NTP) turun, namun untuk nilai tukar peternak justru meningkat," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro ditemui di Kantor Kementerian Pertanian Gedung C, Jakarta Selatan, Rabu (23/7/2014).
Syukur mengungkapkan, sejak Oktober 2011 hingga 2013, nilai tukar peternak meningkat cukup signifikan. Meningkatnya nilai tukar peternak tersebut menandakan kehidupan peternak di Indonesia makin sejahtera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syukur menegaskan, peternakan tidak hanya identik dengan peternak sapi, tetapi juga peternak unggas, peternak telur, peternak kambing, itik dan kerbau.
"Walaupun saat ini masih impor sapi, tapi populasinya terus kami genjot, sel beku sapi sekarang sudah surplus dan sudah ekspor, ternak kambing dan susu kambing khususnya jenis etawa terus meningkat signifikan, daging ayam olahan sebentar lagi bisa ekspor, mudah-mudahan kondisi ini terus membaik," katanya.
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani (IT) dengan indeks harga yang dibayar petani (IB) yang dinyatakan dalam persentase. Secara konsepsional NTP adalah pengukur kemampuan tukar barang-barang (produk) pertanian yang dihasilkan petani dengan barang atau jasa yang diperlukan untuk konsumsi rumah tangga dan keperluan dalam memproduksi produk pertanian.
Jika NTP > 100 berarti NTP pada suatu periode tertentu lebih baik dibandingkan dengan NTP pada tahun dasar.
(rrd/hen)











































