Ini 4 Sektor Ekonomi Utama yang akan Dibenahi Jokowi-JK

Ini 4 Sektor Ekonomi Utama yang akan Dibenahi Jokowi-JK

- detikFinance
Rabu, 23 Jul 2014 19:24 WIB
Ini 4 Sektor Ekonomi Utama yang akan Dibenahi Jokowi-JK
Jakarta - Pasangan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) telah menyiapkan rancangan ekonomi untuk pemerintahan 5 tahun ke depan. Ada 4 fokus utama yang akan dibenahi oleh Jokowi-JK.

"Ada 4 fokus Pak Jokowi di bidang ekonomi, yaitu maritim, pangan, energi, dan infrastruktur" papar pengamat ekonomi yang juga Tim Sukses Jokowi-JK, Iman Sugema saat ditemui di Gedung Joang '45, Rabu (23/7/2014).

Menurutnya empat fokus itu yang akan menjadi dasar rencana kerja Jokowi-JK untuk 5 tahun mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk bidang maritim, Pak Jokowi sudah jelas sekali sangat mendukung dunia maritim kita agar bisa berjaya kembali, untuk bidang pangan terutama ternak dan pertanian, rencananya bagaimana agar kita tidak perlu tergantung import lagi," ucap Iman.

Menurut Iman, di pemerintahan mendatang yang menjadi fokus penting yaitu adalah masalah energi. Rencananya pemerintahan Jokowi-JK akan mengupayakan peralihan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ke gas.

"Dalam 3 tahun ke depan, Jokowi-JK menargetkan adanya peralihan BBM ke gas untuk sektor transportasi," kata Iman.

Untuk fokusnya pada infrastruktur, Jokowi akan memperhatikan dan memperbaiki pasar rakyat yang ada di Indonesia.

Selain persoalan tadi, ada juga beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Jokowi-JK.

"Banyak persoalan yang harus diatasi oleh pemerintahan baru yang akan datang nanti, salah satunya adalah Jokowi nanti harus mampu mengatasi daya beli di masyarakat, terutama kelas menengah," ujar pengamat ekonomi dari Economic Intelligent (EL) Sunarsip di tempat yang sama.

Menurut Sunarsip komposisi angka masyarakat kelas menengah sejak 2004 terus bertambah dan akan menjadi masalah apabila daya beli masyarakat tersebut tidak diimbangi dari sisi penawaran (supply).

"Masyarakat middle class itu punya needs atau kebutuhan yang tinggi tapi Indonesia masih keteteran dalam sisi supply jadi tidak semua kebutuhan terpenuhi akhirnya malah impor," katanya.

Sunarsip mencontohkan permasalahan permintaan BBM di Indonesia yang melebih dari penawarannya.

"Produksi minyak kita sudah minus dari tahun 2003, tapi konsumsi saat ini setiap hari kita butuh 300 ribu barel/hari (impor)," kata Sunarsip.

Sunarsip juga mengatakan bahwa politik anggaran Indonesia terlalu berorientasi ke arah konsumsi.

"Kita harapkan pemerintahan nanti berani ngurangin daya beli untuk konsumsi yang 54% dari APBD itu," ujar Sunarsip.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads