Sementara itu, Starbucks juga tidak menyangkal bahwa produk olahan ayamnya berasal dari OSI. Namun, Starbucks telah menghapus menu tersebut di 12 provinsi dan di Tiongkok. Pelanggan OSI lainnya, Burger King, juga telah membuang daging dari OSI dari semua restorannya.
Dalam editorial, koran China's Global Times menyalahkan McDonald's dan Yum karena gagal memonitor pemasoknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor berita Xinhua menyalahkan OSI dan waralaba makanan cepat saji asing karena memiliki standar ganda dalam keamanan makanan.
"Daging yang sudah kadaluarsa diberikan pada pasar Tiongkok sehingga menimbulkan pertanyaan tentang adanya standar ganda dalam pemasok atau dalam konglomerasi makanan cepat saji," ujarnya.
Tiongkok telah beberapa kali mendapatkan masalah keamanan makanan dan produk karena kurangnya regulasi dan pengurangan kualitas dari produsen.
Insiden paling buruk terjadi pada 2008. Saat itu, bahan kimia melamin ditemukan di produk-produk susu. Kejadian tersebut menewaskan enam bayi dan membuat 300 ribu orang sakit.
Susu bubuk impor dan barang impor lainnya mengalami peningkatakan penjualan di Tiongkok karena konsumen percaya produk impor lebih aman. Namun, beberapa tahun belakangan Tiongkok memprotes perusahaan asing di beberapa sektor, seperti obat-obatan dan makanan bayi, karena harga yang dijual terlalu mahal.
(mkl/ang)











































