Rekor Tertinggi Dalam Sejarah, Penumpang KRL Jabodetabek 693 Ribu/Hari

Rekor Tertinggi Dalam Sejarah, Penumpang KRL Jabodetabek 693 Ribu/Hari

- detikFinance
Kamis, 24 Jul 2014 11:00 WIB
Rekor Tertinggi Dalam Sejarah, Penumpang KRL Jabodetabek 693 Ribu/Hari
Jakarta -

Transportasi kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek terus jadi pilihan masyarakat. Jumlah penumpangnya saat ini mencapai rekor tertingi baru dalam sejarah.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan mengatakan, pada Senin 21 Juli 2014, jumlah penumpang KRL Jabodetabek mencapai 693.209 orang.

"KRL mencapai titik tertinggi Senin lalu, sebanyak 693.209 penumpang per hari. Titik tertinggi dalam sejarah KRL Jabodetabek. Kami berupaya membuat rekor terus menerus setiap bulannya," jelas Jonan kepada detikFinance, Kamis (24/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam data KAI, pada 2009 jumlah penumpang KRL tertinggi adalah 300 ribu/hari, di 2011 naik jadi 400 ribu per hari, lalu di 2013 mencapai 600 ribu per hari.

"Untuk 2014, kami harapkan bisa mencapai 750 ribu penumpang per hari," ungkap Jonan.

Apa yang jadi penyebab jumlah penumpang KRL Jabodetabek terus meningkat?

"Mungkin tarif sangat murah dibandingkan moda transportasi lainnya. Ke depan kami akan menambah e-gate (gerbang elektronik) sebanyak 50 buah sampai akhir tahun, saat ini yang terpasang sudah 500 buah," kata Jonan.

Jonan pernah mengatakan, saat ini semua lapisan masyarakat sudah menjadi penumpang KRL. Alasannya, harga KRL sangat terjangkau.

"(Pelayanan) makin diperbaiki. Penumpang makin banyak, karena harga terjangkau semua lapisan masyarakat. Bayangkan naik KRL ber-AC dari Stasiun Bogor ke Stasiun Cikini hanya membayar Rp 4.000 sekali jalan. Apa ada moda lain yang seharga itu?" tutur Jonan.

Tahun ini, target penumpang KRL Jabodetabek akan mencapai 180-190 juta. Jumlah ini mengalami kenaikan, dibandingkan 2013 yang jumlahnya sekitar Rp 150 juta.

Untuk fasilitas AC, Jonan mengatakan, pihaknya akan terus menyempurnakan AC di KRL. "Kami berkomitmen, sebelum 30 September 2014, semua AC KRL berfungsi dengan baik. Tidak perlu dingin, yang penting tidak panas," jelasnya.

(dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads