Ada Kasus Daging Busuk di Tiongkok, Bagaimana di Indonesia?

Ada Kasus Daging Busuk di Tiongkok, Bagaimana di Indonesia?

- detikFinance
Kamis, 24 Jul 2014 11:15 WIB
Ada Kasus Daging Busuk di Tiongkok, Bagaimana di Indonesia?
ilustrasi
Jakarta - Ada banyak cara yang dilakukan beberapa oknum pedagang yang tak bertanggung jawab mencoba mengambil keuntungan dengan menjual daging ayam maupun daging sapi busuk. Kasus semacam ini tak hanya terjadi di Indonesia, juga terjadi di luar negeri seperti yang baru-baru ini heboh di Shanghai, Tiongkok.

Kepala Sub Humas Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian Arief Cahyono mengungkapkan umumnya penjualan daging busuk di Indonesia ditemukan untuk jenis daging ayam. Caranya klasik yaitu menjual daging busuk dengan diberikan zat pengawet formalin.

"Sering kita dengar pencampuran zat formalin dan boraks sehingga ia tidak terlihat busuk dan mempertahankan kesegaran," ungkap Arief kepada detikFinance, Kamis (24/7/2014)

Selain menggunakan zat pengawet, cara sederhana yang biasa dilakukan pelaku adalah dengan menjual daging ayam dalam bentuk beku dan melumuri kunyit pada badan ayam. Hal ini dilakukan untuk menipu calon konsumen yang ingin membeli daging ayam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada juga cara tradisional yaitu melumuri dengan kunyit sehingga kelihatan kuning. Kalau dijual dalam bentuk frozen (beku) juga sulit dinilai busuk atau tidaknya," imbuhnya.

Kemudian cara terakhir adalah dengan menjual langsung daging ayam dalam bentuk gorengan ayam. Arief menegaskan konsumen justru disulitkan membedakan daging ayam busuk dengan segar bila produk yang dijual sudah dalam bentuk gorengan ayam.

"Wah sulit kalau sudah digoreng. Soalnya warna kuning akibat digoreng kan juga reaksi pemanasan," jelasnya.

(wij/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads