Di tempat ini, tersedia beragam sayuran, telur, ayam, dan banyak lagi. Bahkan harganya lebih murah dibandingkan di pasar tradisional.
Ini dibuktikan sendiri oleh Menko Perekonomian Chairul Tanjung yang meninjau satu per satu stand atau counter penjualan, di tempat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga murah juga dibanderol untuk cabai rawit dan cabai segar. "Berapa cabai besarnya? Rp 6.000 per kg, wah sudah membaik ya sekarang harganya, karena kan yang ini langsung petani yang jual. Kalau di pasar Rp 10.000-Rp 14.000 per kg, lebih hemat belanja di sini," kata CT ketika berdialog dengan petani sekaligus pedagang cabai.
Pasar tersebut memang belum permanen, karena masih lakukan pengurusan perizinan dari Kementerian Perdagangan. Gedung berdiri di atas lahan 4.000 meter persegu, gedung yang merupakan aset Kementerian Pertanian.
"Gedung ini ingin kita jadikan pasar promosi, inginnya permanen, tapi sedang diurus perizinannya. Nantinya di pasar ini bisa diakses juga produknya secara online, sehingga masyarakat bisa berinteraksi langsung dengan petani yang menjual produknya. Ini juga dapat memutus rantai perdagangan yang panjang yang menyebabkan harga lebih tinggi dibandingkan harga produksi petani," ucap Menteri Pertanian Suswono di tempat yang sama.
Selain itu, di pasar ini juga dijual ayam kampung, ayam organik, madu, dodol, dan susu kuda liar. Kemudian ada juga ikan olahan.
Sayangnya, pasar ini hanya dibuka untuk hari ini saja, sejak pukul 08.00-16.00 WIB. Kementan masih menunggu izin keluar untuk bisa membuka pasar seperti ini secara rutin.
(rrd/dnl)











































