CT Berdoa Harga Cabai di Petani Minimal Rp 8.000 per Kg

CT Berdoa Harga Cabai di Petani Minimal Rp 8.000 per Kg

- detikFinance
Kamis, 24 Jul 2014 13:40 WIB
CT Berdoa Harga Cabai di Petani Minimal Rp 8.000 per Kg
Jakarta - Harga cabai di tingkat petani sempat anjlok hingga Rp 2.000-Rp 3.000 per kg. Hal tersebut membuat petani rugi, bahkan lebih memilih membiarkan cabainya tidak dipanen hingga busuk. Namun sekarang harga cabai mulai merangkak naik.

"Saya berharap, berdoa agar harga cabai bisa minimal Rp 8.000 per kg, sekarang sudah mulai naik Rp 6.000 per kg. Masih lumayan tidak terlalu rugi," kata Menko Perekonomian Chairul Tanjung saat berdialog dengan petani sekaligus pedagang di Pasar Promosi Gedung Eks RS Pasar Minggu, Kamis (24/7/2014).

CT mengatakan alasannya, saat ini harga pokok produksi (HPP) cabai di tingkat petani Rp 6.000 per kg, kalau di bawah itu membuat rugi petani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini harga cabai sudah Rp 6.000 per kg, tapi di pasar harganya Rp 14.000-Rp 16.000 per kg, terlampau jauh. Ini akibat rantai perdagangan yang panjang. Kalau ada pasar-pasar seperti ini, petani dan konsumen akan bertemu langsung sehingga harganya lebih murah tapi petani tetap untung," ujarnya.

Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementerian Pertanian Yusni Emilia Harahap mengatakan, saat ini harga cabai di tingkat petani mulai membaik, sehingga petani masih bisa sedikit untung.

"Beberapa waktu lalu harga cabai hanya Rp 2.000-Rp 3.000 per kg, tapi di pasar harganya di atas Rp 10.000 per kg. Saat ini kami sedang mendorong petani-petani ini membuat kelompok lebih besar, ketika panen raya dan harga jatuh, petani bisa mengeringkan cabainya, industri-industri seperti Indofood dan ABC itu kekurangan pasokan cabai kering sehingga harus impor. Selama ini tidak bisa ambil dari petani karena jumlahnya kecil-kecil, nah kalau bergabung bisa memenuhi kebutuhan industri-industri pengolahan," tutupnya.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads