Sepanjang Tahun 2004
Harga Minyak Dunia Naik 34 %
Kamis, 30 Des 2004 14:14 WIB
Jakarta - Harga minyak mentah dunia sepanjang tahun 2004 mengalami kenaikan hingga 34 persen. Pada hari terakhir perdagangannya, harga minyak mentah ditutup turun 21 sen ke level US$ 43,43 per barel.Seperti dilansir Reuters, Kamis (30/12/2004), dengan harga penutupan pada akhir tahun tersebut, maka berarti ada kenaikan sebesar US$ 11 per barel dibandingkan dengan harga minyak mentah ketika pertama kali diperdagangkan. Sementara harga tertinggi yang pernah dicapai adalah US$ 55,67 per barel yang diraih pada tanggal 25 Oktober 2004. Sedangkan sampai 23 Desember 2004, harga minyak mentah dunia rata-rata pada tahun 2004 berdasarkan perkiraan OPEC mencapai US$ 36,05 per barel.Harga minyak mentah dunia sepanjang tahun 2004 ini mengalami kenaikan melebihi perkiraan para analis. Sejumlah faktor yang menyebabkan kenaikan yang melambung adalah terutama krisis yang berkepanjangan di Timur Tengah terutama di Irak yang menyebabkan terganggunya produksi minyak. Faktor lainnya adalah tingginya permintaan dari AS dan keprihatinan terhadap stok bahan bakar di AS tersebut. Selain itu juga dipicu oleh sejumlah kekisruhan seperti di Nigeria dan pemogokan di Venezuela. Harga minyak juga sempat terguncang oleh Badai Ivan yang melanda AS pada sekitar September lalu. Sementara kemelut perusahaan minyak raksasa Rusia, Yukos meski tidak dominan juga turut mempengaruhi dinamika perkembangan harga minyak dunia. Namun demikian ada juga yang sinis menilai melonjaknya harga minyak dunia kali ini merupakan aksi spekulasi semata. Dengan demikian apapun usaha OPEC untuk meningkatkan harga minyaknya, tidak akan mampu membawa harga minyak mentah dunia hingga ke level normal kembali. OPEC telah berusaha keras untuk menekan harga minyak dunia, salah satunya dengan terus menaikkan kuota produksi negara-negara OPEC. Namun banyak pihak pesimis langkah ini bisa mengembalikan harga minyak ke level semula. Menteri perminyakan Vanezuela Rafael Ramirez mengaku tidak yakin kenaikan kuota itu akan bisa membawa harga minyak turun. "Kami tidak berpikir harga minyak akan langsung anjlok. Sayangnya, harga minyak telah dipengaruhi oleh banyak faktor yang diluar kontrol OPEC. Harga akan tetap tinggi pada tahun ini dan tahun-tahun mendatang," ujarnya bebera waktu lalu.OPEC sebelumnya mematok harga minyak di kisaran US$ 22-28 per barel. Namun melihat perkembangan harga minya yang terus bergejolak, selanjutnya OPEC merevisi targetnya menjadi US$ 28-35 per barel.
(qom/)











































