Kondisi ini, tak ubahnya seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun lalu agen-agen hingga toko-toko dan minimarket kehabisan stok air minum dalam kemasan (AMDK) terutama dalam kemasan galon, pasca Lebaran.
Ketua Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) Hendro Baruno menjelaskan, potensi kelangkaan timbul akibat adanya kebijakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang melarang kendaraan berat melintas selama musim mudik lebaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hendro distribusi air minum kemasan jelas sangat bergantung pada penggunaan kendaraan berukuran besar dengan jenis yang menggunakan di atas 3 sumbu roda.
Adanya kebijakan ini maka akan berdampak pada distribusi AMDK termasuk air galon ke Jabodetabek dan sekitarnya akan terkendala.
"Hampir 90% pasokan AMDK untuk Jabodetabek, Serang dan juga Bandung kan airnya berasal dari Bogor, Cianjur, Sukabumi. Jadi pasokan akan mengalami kendala," katanya.
Hendro memperkirakan, kelangkaan AMDK di Jabodetabek dan sekitarnya akan berlangsung cukup panjang yakni dari awal Agustus hingga pertengahan September 2014.
"Jadi kalau yang sekarang punya persediaan lebih baik dihemat. Atau yang belum punya, mungkin bisa mulai stok untuk beberapa hari," katanya.
(hen/hen)











































