Direktur Utama PT Jakarta Toll Development (JTD), selaku pemegang konsesi atas tol ini, Frans Sunito mengatakan, bus yang nantinya beroperasi bukan lah bus TransJakarta. Melainkan bus khusus yang hanya akan beroperasi di 6 ruas tol dalam kota.
"Di jalan tol ini kita akan mengoperasikan BRT. Ini bukan TransJakarta, tapi nanti akan terintegrasi. Jadi dari Kemayoran ke Pasar Minggu dia nggak turun tol," kata Frans ditemui usai penandatangangan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) 6 Ruas Tol DKI Jakarta, di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Jumat (25/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan bos Jasa Marga mengatakan setiap 3-7 km di ruas tol yang seluruhnya dibangun melayang ini, akan dibuat pemberhentian atau halte bus yang akan teritegrasi dengan moda transportasi lain di bawahnya. Halte tersebut berada di lajur kiri yang dilengkapi ruang pemberhentian bus.
"Kita buat pemberhentian ini di daerah yang ada koneksinya dengan transportasi lain," kata Frans.
Ia menargetkan, akan ada 250.000 penumpang hilir mudik berkeliling di keenam ruas tol ini setiap harinya, menggunakan bus tersebut. Seperti diketahui keberadaan BRT merupakan salah satu syarat dari Pemda DKI terkait izin pembangunan 6 ruas tol dalam kota Jakarta.
(zul/hen)










































