Berdasarkan data Ditjen Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yang dikutip detikFinance, Sabtu (26/7/2014) porsi terbesar belanja adalah untuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp 120,7 triliun (57,3%).
Subsidi listrik realisasinya tercatat Rp 45,6 triliun (63,9%). Kemudian subsidi non energi sudah terealisasi Rp 10,3 triliun (19,9%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada belanja sosial sudah terealisasikan sebesar Rp 32,4 triliun (35,3%), belanja hibah Rp 100 miliar (3,6%) dan belanja lainnya Rp 700 miliar (1,8%).
Selanjutnya pembayaran kewajiban utang Rp 65,1 triliun. Meliputi utang dalam negeri Rp 57,5 triliun (52,7%) dan luar negeri Rp 7,6 triliun (62%).
(mkl/ang)











































