Hal itu membuat permintaan akan janur atau kulit ketupat meningkat. Hal ini dimanfaatkan oleh sejumlah pedagang untuk mengambil keuntungan dari berbisnis anyaman ketupat.
"Saya hari-hari biasa hanya jual sayuran, tapi untuk bulan ramadan ini terutama mau Idul Fitri saya beralih jadi dagang ketupat," ujar Jamari, 28 tahun, pedagang anyaman ketupat saat ditemui di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Sabtu (26/07/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau jual ketupatnya udah mulai dari H-5 sampai H-1 Lebaran, paling ramai ya H-2 ini. Dari pagi ini saya udah jual 20 ikat," ucap Jamari.
Untuk harga tiap 1 daun, Jamari mematok harga Rp 200, sedangkan untuk daun yang sudah dianyam dia mematok harga Rp 600 untuk setiap 1 buah.
"Harganya beda, kalau yang sudah dianyam lebih mahal daripada daun biasa," jelas Jamari.
Pelanggan yang datang ke Jamari biasanya lebih suka membeli daun yang sudah dianyam dibandingkan dengan yang masih daun biasa.
"Pelanggan biasanya lebih seneng yang udah dianyam, biar gak repot katanya. Mereka kadang gak ada waktunya buat bikin anyaman," ucapnya.
(ang/ang)










































