Ketimpangan merupakan salah satu dari masalah di sebuah negara. Lebarnya jarak antara si kaya dengan si miskin tidak hanya menyebabkan masalah dalam perekonomian, tetapi juga sosial-politik.
Tiongkok merupakan salah satu negara dengan tingkat ketimpangan yang cukup besar. Dikutip dari AFP, Minggu (27/7/2014), Universitas Peking merilis studi bahwa 1% populasi di Tiongkok menguasai sepertiga perekonomian di Negeri Tirai Bambu. Sementara 25% golongan masyarakat terbawah hanya berperan dalam 1% perekonomian di sana.
Di negara berpaham komunis seperti Tiongkok, ketimpangan seperti ini tentu menjadi masalah yang besar. Negara harus berpikir keras untuk menjaga stabilitas jika tidak ingin kehilangan legitimasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tingkat ketimpangan biasanya diukur dengan koefisien gini, yang memiliki rentang 0-1. Koefisien 0 menunjukkan kesetaraan sempurna, sementara 1 melambangkan sebaliknya.
Pemerintah Tiongkok menyebutkan bahwa angka koefisien gini pada 2012 adalah 0,47. Namun riset dari Universitas Peking menunjukkan angka yang berbeda, yaitu 0,73.
(hds/hds)











































