Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan mengatakan, saat ini kondisi infrastruktur kereta api di luar masih memprihatinkan.
"Kereta cepat? Lucu saja, di luar Jawa hampir tidak ada kereta api, cuma sedikit sekali, kok mau buat kereta cepat di Jawa," ucap Jonan kepada detikFinance, Selasa (29/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Uang segitu (Rp 200 triliun) bisa buat membangun 8-10 ribu kilometer double track," jelas Jonan.
Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono sebelumnya mengatakan, pemerintah akan mendapatkan bantuan pembiayaan dari Jepang untuk pembangunan kereta cepat ini. Untuk teknologinya, pemerintah juga berencana menggunakan teknologi seperti di Jepang dan Jerman.
Apakah tarif kereta ini akan disubsidi? Bambang mengatakan, di dunia ini sangat jarang kereta cepat mendapatkan subsidi dari pemerintah. Namun pemerintah bisa memberikan anggaran untuk pembangunan infrastrukturnya.
Sekarang, proyek ini masih dalam tahapan pra studi. Bambang mengatakan, masih banyak studi yang perlu diperbaiki untuk pembangunan transportasi ini, dengan melihat contoh-contoh kereta cepat yang ada di sejumlah kota di dunia.
Tak hanya sistem transportasinya saja, untuk kereta cepat ini, ujar Bambang, akan dibangun konsep mal di setiap stasiunnya. Tujuannya agar bisnisnya menjadi lebih menarik.
(dnl/dnl)











































