Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan mengatakan, pada 18 Juli-3 Agustus 2014 atau H-10 hingga H+5, jumlah penumpang kereta angkutan lebaran mencapai 3.979.851 orang.
"Jadi sudah hampir mencapai 4 juta penumpang," jelas Jonan kepada detikFinance, Senin (4/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, KAI memperpanjang masa layanan penjualan tiket mudik tujuan kota Yogyakarta dan Surabaya. Hal ini disebabkan karena permintaan tiket kereta api (KA) kedua kota tersebut masih meningkat.
Masa posko lebaran KAI diperpanjang hingga 10 Agustus 2014, karena masih penuhnya arus mudik dari Jakarta dan Bandung ke arah timur Jawa.
KAI memprediksi, setidaknya masih ada 1,2 juta penumpang yang harus pada 6-10 Agustus 2014 masa perpanjangan posko lebaran. Namun, mulai 6 Januari 2014, kereta tambahan lebaran yang dijalankan adalah kereta komersial, atau tidak dapat subsidi (Public Service Obligation/PSO). Jadi harga tiket yang dijual lebih mahal dari harga tiket lebaran sebelumnya.
Beberapa KA tambahan Lebaran yang dijalankan secara komersial adalah 7 rangkaian KA komersial dengan 2 kali perjalanan/hari, 1 rangkaian KA Ekonomi Jaka Tingkir dengan 2 kali perjalanan/hari, 1 rangkaian KA Menoreh dengan 2 kali perjalanan/hari, 1 rangkaian KA Sawunggalih Lebaran dengan 2 kali perjalanan/hari. Walaupun tidak disubsidi, Jonan yakin permintaan KA tetap tinggi.
Pada musim Lebaran kemarin, Jonan terjun langsung memantau arus mudik di jalur kereta. Ia sempat ketiduran dengan meringkuk di salah satu kursi di gerbong ekonomi.
(dnl/ang)











































