Kasatker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan Kementerian Pekerjaan Umum Bambang Nurhadi menuturkan, ada 2 titik yang terhambat pembebasan lahan yaitu di Koja dan Kalibaru.
"Ada tanah-tanah bermasalah di Koja dan Kalibaru," kata Bambang saat dihubungi, Senin (4/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Total rata-rata sekitar 60%," tambahnya.
Bambang menargetkan, dalam waktu dekat tanah-tanah tersebut sudah bisa dibebaskan karena akan segera dikonsinyiasikan ke pengadilan. Sehingga tol yang bakal dilewati 1.500-3.000 truk setiap harinya ini, bakal beroperasi di akhir 2015.
"Kapasitasnya bertambah. Jalan exsisting itu 3x2 lajur itu akan tetap beroperasi. Kemudian saya tambah di atas 3x2 lajur, berarti kapasitasnya saya dobelkan, 2 kali lipat," tutupnya.
(zul/dnl)











































