Pertama adalah minyak goreng. Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance, Selasa (5/8/2014), melaporkan dalam 6 bulan (Januari-Juni) 2014 ada 639 ton minyak goreng yang diimpor. Nilainya adalah US$ 899 ribu.
Impor dari Singapura cukup rutin dilakukan. Dalam tiga bulan terakhir tercatat, April 77 ton atau US$ 115 ribu, Mei 154 ton atau US$ 219 ribu, dan Juni 142 ton atau US$ 185 ribu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komoditas lain yang diimpor dari Singapura adalah daging sejenis lembu. Tercatat volume impornya 47 ton atau senilai US$ 174 ribu. Impor hanya terjadi April tahun ini.
Selain dari Singapura, negara lain juga memasok daging sejenis lembu. Di antaranya adalah Australia, Selandia Baru, dan AS. Total dalam enam bulan adalah 55.874 ton atau US$ 236,9 juta.
Singapura juga memasok bawang putih ke Indonesia, yang pada tahun sudah 55 ton atau US$ 23.992. Impor bawang putih terjadi pada awal tahun dan tidak rutin dilakukan setiap bulannya.
Importir bawang putih terbesar masih dipegang oleh Tiongkok. Kemudian ada Taiwan dan Vietnam. Totalnya dalam enam bulan adalah 224.686 ton atau US$ 161,7 juta.
(mkl/hds)











































