Seperti dikutip detikFinance dari data Badan Pusat Statistik (BPS), Selasa (5/8/2014), untuk garam diimpor sebanyak 1,2 juta ton selama enam bulan (Januari-Juni). Nilainya US$ 53,3 juta.
Garam impor kebanyakan datang dari Australia, yaitu 918.679 ton atau US$ 42,1 juta. Kemudian ada dari India 235.596 ton (US$ 9,8 juta), Selandia Baru 1.080 ton (US$ 422 ribu), Tiongkok 5.151 ton (US$ 404 ribu), Jerman 160 ton (US$ 227 ribu), dan negara-negara lainnya 859 ton (US$ 273 ribu).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asalnya adalah dari Thailand 26.115 ton (US$ 13 juta), Korea Selatan 4.185 ton (US$ 2,8 juta), Australia 3.360 ton (US$ 2,3 juta), Malaysia 3.410 ton (US$ 1,8 juta), Selandia baru 1.560 ton (US$ 1,05 juta), dan negara lainnya total 82 ton (US$ 70 ribu).
Untuk gula tebu, dalam enam bulan diimpor sebanyak 1,8 juta ton atau US$ 805 juta. Terbesar berasal dari Thailand yaitu 1 juta ton (US$ 449 juta).
Selanjutnya adalah Australia 419.076 ton (US$ 187 juta), Brasil 278.832 ton (US$ 132 juta), Afrika Selatan 82.560 ton (US$ 36,1 juta), dan Korea Selatan 5 ton (US$ 6.584).
(mkl/hds)











































