"Presiden selanjutnya harus terus komitmen untuk memajukan iptek yang menjadi penggerak roda perekonomian nasional," ucap Gusti dalam pidatonya pada acara Musyawarah Perencanaan Nasional (Musrenas) Iptek 2014 di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Jumat (8/8/2014).
Menurut Gusti, iptek tidak bisa dikesampingkan dari proses pembangunan nasional. Bahkan pengembangan iptek sudah diamanatkan dalam UUD 1945.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gusti menambahkan, sudah banyak putra-putri Indonesia yang berprestasi di bidang iptek. Namun sayang, kerap kali karya-karya mereka kurang dioptimalkan.
"Setiap tahunnya, banyak karya-karya ilmiah anak bangsa yang dihasilkan. Sayangnya ini kurang bisa dimanfaatkan, apa lagi dikembangkan. Ke depan pemerintah harus lebih tinggi keberpihakannya. Karya iptek anak bangsa harus bisa diproduksi secara massal, serta harus bisa dimanfaatkan dan dikembangkan," tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menuturkan hal senada. Menurut Dahlan pemerintah harus berperan aktif dalam menyerap karya-karya anak bangsa. Untuk itu, dirinya memerintahkan BUMN dapat menyerap karya iptek anak bangsa.
(hds/hds)











































