Namun, ada pihak yang mendapat untung dari kebijakan Rusia tersebut yaitu Brasil. Negara penyelenggara Piala Dunia 2014 ini membuka peluang untuk memasok berbagai kebutuhan pangan ke Negeri Beruang Merah.
Sekitar 90 produsen daging di Brasil langsung disetujui untuk mengekspor daging sapi, ayam, dan babi ke Rusia. Selain itu, negara di Amerika Latin ini juga akan meningkatkan volume ekspor kacang kedelai dan jagung ke Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Rusia sendiri memang tengah mencari pasokan pangan dari Amerika Latin. Ini untuk menggantikan impor pangan dari AS, AUstralia, Kanada, dan beberapa negara Uni Eropa.
Pemerintah Rusia menemui beberapa duta besar negara-negara Amerika Latin untuk membicarakan kemungkinan pasokan makanan ke Rusia. Sebagai pengekspor daging sapi, ayam, dan kedelai top di dunia, Brasil tentu mendapat keuntungan.
"Rusia punya potensi besar sebagai konsumen produk agrikultur," kata Paludo.
Asosiasi pengusaha daging sapi di Brasil (Abiec) menyatakan, 58 dari 90 produsen daging sapi siap mengekspor ke Rusia. Brasil pun bisa menutupi ekspor ayam dari AS yang dilarang. Mereka siap mengirimkan 150.000 ton per tahun.
Produk lain seperti gula, kopi, jus jeruk, dan pisang pun diekspor ke Rusia.
(zul/hds)











































