Australia Siap Tambah Sanksi Kepada Rusia

Rusia-AS Perang Dingin (Lagi)?

Australia Siap Tambah Sanksi Kepada Rusia

- detikFinance
Jumat, 08 Agu 2014 14:30 WIB
Australia Siap Tambah Sanksi Kepada Rusia
Tony Abbott, Perdana Menteri Australia
Jakarta - Saling berbalas sanksi antara Rusia dengan Amerika Serikat (AS) serta negara-negara sekutunya masih berlanjut. Setelah Rusia memberlakukan larangan impor pangan, kini Australia yang mengancam bakal memperketat sanksi kepada Negeri Beruang Merah.

Australia sendiri telah menjatuhkan beberapa sanksi kepada Rusia seperti larangan perjalanan dan sejumlah sanksi keuangan. Namun Negeri Kanguru ini siap untuk menjatuhkan sanksi yang lebih dalam bagi Rusia.

"Kami sedang menyusun sanksi yang lebih berat. Untuk menghindari sanksi ini, Rusia harus menghentikan rencana mereka," kata Tony Abbott, Perdana Menteri Australia, seperti dikutip AFP, Jumat (8/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Australia, demikian Abbott, mengatakan sudah memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai penempatan pasukan di Ukraina. Rusia dikabarkan tengah bersiap mengirim 20.000 pasukan ke wilayah perbatasan Ukraina.

"Kita perjelas dulu situasinya. Rusia sudah menjadi seorang yang semena-mena. Rusia adalah negara besar yang mencoba semena-mena kepada negara kecil," tegas Abbott.

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) telah memberi peringatan kepada Rusia, yang ditengarai akan menginvasi Ukraina dengan kedok misi kemanusiaan. Namun pihak Rusia menampik tudingan pengerahan pasukan.

"Saat ini, pasukan Rusia tengah menuju perbatasan Ukraina. Jika ada pergerakan pasukan melintasi perbatasan, itu bukan misi kemanusiaan melainkan invasi," tutur Abbott.

Abbott pun berpesan kepada Putin agar tidak mencampuri urusan Ukraina. Jika tidak, maka Putin akan disisihkan dari pergaulan internasional.

"Saya sampaikan kepada Presiden Putin, jika masih ingin dianggap sebagai pemimpin dunia, bukan orang buangan, maka tahan pasukan Anda. Biarkan urusan Ukraina diselesaikan oleh rakyat Ukraina," katanya.

Menurut Abbott, Rusia harus menghormati kedaulatan Ukraina dengan tidak lagi melakukan intervensi. Campur tangan Rusia di Ukraina justru menyebabkan korban dari mereka yang tidak bersalah.

"Kita sudah melihat dampaknya kalau kelompok separatis diberi akses persenjataan. Ada 298 orang tak bersalah yang wafat," tutur Abbott merujuk pada insiden jatuhnya pesawat MH17 yang jatuh karena hantaman roket separatis pro Rusia.

Terkait larangan masuknya pangan dari AS dan sekutunya ke Rusia, Abbott menilai dampak kepada Australia tidak besar. Meski perdagangan produk pertanian antara Australia dengan Rusia bernilai ratusan juta dolar, tetapi relatif kecil dibandingkan ekspor Australia secara keseluruhan.

Ekspor Australia ke Rusia di antaranya adalah daging dan berbagai produk turunan hewan. Tahun lalu, nilainya tercatat 310 juta dolar Australia.

Pemerintah Australia telah menyatakan akan berupaya maksimal untuk menekan dampak dari sanksi Rusia. Salah satunya adalah mencari pasar ekspor alternatif untuk menggantikan Rusia.

(hds/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads