"Rapat terbatas hari ini mengagendakan pengecekan kesiapan pidato RAPBN 2015 beserta Nota Keuangannya. Menteri Keuangan Chatib Basri agar mempersiapkan pidato tersebut untuk dibawakan dalam Sidang Paripurna DPR pada 15 Agustus nanti," kata SBY di Istana Cipanas, Bogor, Jumat (8/8/2014).
Untuk Pidato Kenegaraan, lanjut SBY, juga sedang diselesaikan. "Pidato Kenegaraan yang draft-nya sudah 70% memenuhi harapan. Tinggal kita perbaiki. Tadi sebelum ratas ini, Menko Perekonomian dan Wapres menyampaikan sejumlah hal penting di bidang perekonomian dan saya sudah beri tindak lanjut," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY juga menyebutkan, dokumen-dokumen semasa pemerintahannya akan terjaga dengan baik. "Marilah kita letakkan tradisi administrasi negara modern. Jangan sampai seperti dulu, naskah Supersemar banyak sekali versinya. Mari kita mulai dengan menjaga ketertiban semua dokumen negara," terangnya.
Firmanzah, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, mengatakan bahwa RAPBN 2015 masih merupakan tanggung jawab pemerintahan SBY dan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II meski nantinya dijalankan oleh pemerintahan selanjutnya.
"RAPBN 2015 ini disusun oleh periode dan masa transisi. Memberikan keleluasaan kepada presiden dan kabinet berikutnya beserta DPR periode berikutnya untuk membahas APBN 2015 yang dipercepat," kata Firmanzah.
(hds/dnl)











































