Ilmuan Kementerian Riset dan Teknologi mampu menghasilkan produk beras berkualitas premium dari tanaman padi yang telah melalui proses rekayasa genetik. Proses ini memanfaatkan radiasi nuklir tingkat rendah. Beras ini bernama SIDENUK alias Aplikasi Dedikasi Nuklir.
"Sentuhan radiasi agar kuat dari hama. Ini sudah dijual komersial dan diproduksi swasta. Batan tidak menjual. Tapi hasilnya diserahkan ke publik untuk diproduksi," kata Sekretaris Kementerian Riset dan Teknologi Hari Purwanto pada acara RITECH Expo 2014 di Kantor BPPT Jalan MH Thamrin Jakarta, Sabtu (9/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu hektar mampu hasilkan 10,1 ton kalau padi biasa hanya 6 ton. Masa panen 96 hari kalau padi umum 120 hari. Dengan ini bisa panen 3 kali setahun," jelasnya.
Hari pada kesempatan tersebut menjelaskan teknologi nuklir tidak selalu identik terhadap hal-hal yang mengerikan. Teknologi nukli bisa juga dimanfaatkan untuk keperluan kesehatan hingga pangan.
Kemenristek sendiri telah memiliki 3 reaktor riset di 3 lokasi yakni Yogyakarta, Bandung dan Serpong. Reaktor ini dimanfaatkan untuk beberapa kepentingan dan sangat aman di dalam operasionalnya.
(feb/ang)










































