Bahkan pihak perusahaan menyatakan telah menutup semua kedai kopinya di Israel di 2003. Tak ada lagi kedai kopi Starbucks di Israel karena alasan tantangan bisnis.
Juru bicara perusahaan. Jim Olson tak menyebutkan tantangan semacam apa sehingga Starbucks menutup semua tokonya di Israel. Tapi menurutnya yang pasti sama sekali tidak berhubungan dengan isu politik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena klaim di Buycott dibuat oleh penggunanya sendiri, pihak platform tersebut tidak bisa menjamin kebenaran dari informasi yang dikandungnya.
Kampanye itu sudah menarik 240.000 partisipan dalam bulan terakhir.
"Starbucks tidak mendukung dan tak ada kaitannya dengan semua penyebab ketegangan politik dan agama, begitu juga dengan Howard (CEO Starbucks)," kata Olson dikutip dari CNN Money, Minggu (10/8/2013).
"Tak ada dukungan finansial dari Howard atau perusahaan untuk pemerintah Israel untuk tujuan apapun," imbuhnya.
Starbucks saat ini mengoperasikan hampir 600 toko di 12 negara di Timur Tengah dan Afrika Utara termasuk Lebanon, Yordania dan Mesir.
(zul/hds)











































