Profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih menjadi idaman bagi para pencari kerja. Sampai-sampai ada sebagian orang yang rela merogoh kocek ratusan juta rupiah agar bisa menjadi abdi negara.
Pengalaman ini diceritakan oleh Ika. Perempuan muda asal Provinsi Bali ini mengaku sempat ditawari oleh calo PNS. Ia diminta menyetor sejumlah uang sebagai syarat agar lolos tes CPNS.
Β
"Aku pernah ditawarin," kata Ika kepada detikFinance seperti dikutip Senin (11/8/2014).
Namun Ika menolak menyebutkan nama oknum atau calo PNS yang dimaksud. Perempuan yang saat ini berprofesi sebagai pegawai honorer tersebut mengungkapkan bahwa rekan-rekannya ada yang berani membayar sampai Rp 200 juta untuk lolos tes CPNS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mimpi Ika menjadi PNS saat ini memudar karena adanya permainan kotor seleksi PNS di daerah. Ia tidak memiliki uang seperti yang diminta para calo CPNS.
"Aku berharap nantinya nggak ada yang begini. Kalau terus-terusan begitu, aku mau cari duit dari mana? Aku nggak ada peluang dong untuk lolos," keluhnya.
Ika dan rekan-rekannya sebetulnya tertarik menjadi PNS karena beberapa alasan. Misalnya adalah jaminan pensiun dan penghasilan yang tetap.
"Ya sederhana. Prospek PNS ke depan menjanjikan," katanya.
Membayar ratusan juta rupiah demi status PNS juga diamini oleh Agus. PNS di Provinsi Bali ini membenarkan adanya praktik suap-menyuap untuk menjadi PNS.
Agus mengakui kandidat PNS harus menyetor hingga Rp 150 juta kepada orang-orang yang bisa meloloskan peserta CPNS. "Kalau sekarang bayarannya Rp 150 juta. Tapi itu biasanya kesepakatan sama yang bisa nyariin," sebutnya.
(feb/hds)











































