Deputi Sumberdaya Manusia (SDM) Aparatur Kementerian PAN RB Setiawan Wangsaatmaja menceritakan, modus terbaru adalah menawarkan jasa calo dan dapat membayarnya setelah peserta lulus ujian.
"Yang seperti ini pasti tipuan, jangan percaya. Karena kalau lulus, itu karena anda benar-benar kemampuan pelamar, bukan karena jasa calo. Masa orang pintar mau dibodohi calo," kata Setiawan kepada wartawan di Kantor Kementerian PAN RB, Jakarta, Senin (11/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suwardi percaya praktik calo tahun ini tidak akan gencar. Pasalnya, sistem seleksi yang diterapkan selama proses seleksi CPNS tahun ini makin ketat.
"Kami meminimalkan kontak fisik dengan petugas kami jadi sulit dan hampir tidak mungkin melakukan permainan. Dari proses seleksi, itu dilakukan secara online. Kedua tesnya dengan CAT, peserta bisa lihat langsung poinnya berapa dan lulus atau tidak. Jadi kalau ada yang menawarkan jasa pasti lulus CPNS, jangan mimpi. Percaya saja dengan kemampuan Anda sendiri," sebutnya.
Selain itu banyak lembaga pengawas yang mengawasi proses seleksi CPNS tahun ini. "Kita dibantu ICW, Ombudsman, Kepolisian. Jadi kita percaya diri karena banyak yang mengawasi," sebut dia.
Dari sisi pelaksanaan teknis sendiri, lanjut Setiawan, sangat sulit menggunakan jasa calo untuk menggantikan peserta saat ujian CAT.
"Saat ujian itu kan 1 sesi jumlah orangnya sedikit, pengawasannya gampang. Mencocokkan apakah peserta yang mengukti ujian adalah peserta yang asli juga lebih mudah. Itu keunggulan kalau prosesnya menggunakan komputer. Semuanya transparan," pungkasnya.
(ang/ang)











































