Evaluasi Mudik 2014, CT: Pelabuhan Merak Sudah Tidak Memadai

Evaluasi Mudik 2014, CT: Pelabuhan Merak Sudah Tidak Memadai

- detikFinance
Senin, 11 Agu 2014 15:03 WIB
Evaluasi Mudik 2014, CT: Pelabuhan Merak Sudah Tidak Memadai
Foto: CT di Pelabuhan Merak
Jakarta - Hari ini, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengumpulkan beberapa menteri ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, membahas evaluasi penyelenggaran kegiatan mudik 2014.

Beberapa masalah teknis disoroti pria yang akrab disapai CT itu, harapannya agar penyelenggaraan mudik tahun depan bisa berjalan lebih optimal.

"Kita lakukan evaluasi terkait dengan arus mudik dan arus balik lebaran. Dari hasil evaluasi tersebut ada beberapa langkah yang harus dilakukan, biasanya persiapan Lebaran itu kan beberapa bulan sebelumnya. Nah kita inginkan ternyata dari hasil pantauan yang ada evaluasi lebaran dan langkah-langkah yang harus dilakukan 1 tahun sebelumnya," kata CT usai rapat terbatas di Kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (11/08/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa masalah yang wajib dibenahi, menurut CT, adalah infrastruktur. Dia mencontohkan kapasitas penumpang di Pelabuhan Bakauheni, Lampung harus ditambah agar kegiatan arus mudik dan balik Lebaran via kapal laut berjalan lancar.

"Pertama untuk Pelabuhan Bakauheni infrastruktur sudah memadai, itu hanya diperlukan peningkatan kapasitas yang cukup. Jadi kita ingin peningkatan kapasitasnya itu dikaji dan diperluas," imbuhnya.

Kemudian, CT menyoroti Pelabuhan Merak, Banten. Menurut CT, kondisi Pelabuhan Merak saat ini tidak memadai, untuk menampung lonjakan jumlah penumpang dan kendaraan dalam jumlah besar. Untuk itu, CT menugaskan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) smembuat terminal baru di Pelabuhan Merak.

"Kedua Merak, lokasinya sudah nggak memadai, tapi mencari lokasi baru juga bukan sesuatu yang mudah. Kementerian PU ditugaskan untuk membuat feasibility study (studi kelayakan), untuk memindahkan Terminal Merak ke tempat yang jauh lebih baik dan lebih memadai. Namun sambil menunggu itu terminal, Merak harus dioptimalkan. Pertama dengan melakukan pengerukan pelabuhannya agar kapal-kapal besar bisa mendarat di semua dermaga yang ada sambil menunggu di terminal baru yang memadai," tuturnya.

Kemudian hal lainnya adalah penumpukan arus lalu lintas terutama di Simpang Jomin, Cikampek. Cara alternatif yang bisa dilakukan adalah mengoperasikan jalan tol Cikampek-Palimanan. Ruas tol tersebut saat ini sedang dikerjakan dan CT menjamin, jika ini selesai, maka arus lalu lintas tidak akan menumpuk terlalu banyak di Simpang Jomin.

"Dengan beroperasinya Cikampek-Palimanan maka penumpukan akan terjadi di Palijagan. Langkah-langkah yang diteruskannya antara Pejagan-Palimanan tol yang sedang dikerjakan Waskita Karya ada dasarnyanya dulu. Jadi nanti sebagian lalu lintas akan diteruskan ke Pejagan, sebagian lagi akan terus masuk di tol meskipun belum selesai, dengan begitu akan terpecah," jelasnya.

(wij/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads