Tak Lagi Pakai Pensil 2B, Kini Tes CPNS Tinggal Klik

Tak Lagi Pakai Pensil 2B, Kini Tes CPNS Tinggal Klik

- detikFinance
Senin, 11 Agu 2014 15:28 WIB
Tak Lagi Pakai Pensil 2B, Kini Tes CPNS Tinggal Klik
Jakarta - Pelaksanaan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2014 telah menggunakan sistem computer assisted test (CAT) atau tes secara terkomputerisasi. Sistem ini meninggalkan cara sebelumnya yang masih mengandalkan teknologi manual.

Deputi Sumberdaya Manusia (SDM) Aparatur Kementerian PAN-RB Setiawan Wangsaatmaja mengatakan cara ini diyakini lebih mudah diterapkan daripada menggunakan lembar jawaban komputer (LJK). Biasanya LJK menggunakan pensil khusus tipe 2B (pensil untuk ujian) dan alat penghapus khusus.

"Kalau menggunakan LJK kan peserta harus melingkari dengan pensil LJK-nya. Itu harus bulat sempurna dan kertas tidak boleh kotor. Itu kan nggak gampang, kemungkinan kesalahannya sangat besar. Kalau pakai komputer, peserta kan tinggal klik," ujar Setiawan di Kantor Kementerian PAN-RB, Jakarta, Senin (11/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Setiawan sistem CAT sangat mudah dioperasikan, sehingga dipastikan tak akan menyulitkan peserta CPNS.

"Tinggal diajari cara pakai mouse. Kemudian diajarkan bagaimana cara klik. Itu kan nggak susah buat orang yang nggak familiar dengan komputer sekalipun," katanya.

Ia mengatakan sistem ini untuk menghindari risiko peserta CPNS gagal lolos ujian karena masalah teknis seperti salah menggunakan LJK atau tak berhati-hati terhadap lembar jawaban.

"Yang nggak lulus pun sudah murni tergantung kemampuannya. Nggak ada lagi cerita peserta nggak lulus karena masalah teknis seperti kertas ujuan rusak atau kotor," katanya.

Di sisi lain, dengan langkah ini, biaya operasional yang dikeluarkan pun lebih murah. Alasannya panitia tidak perlu mencetak LJK dan lembar soal, tidak perlu keluar biaya distribusi LJK dan lembar soal dan investasi tidak besar.

"Karena kita pakai fasilitas yang sudah ada. Di mana ada komputer, di situ bisa dilakukan tes, apakah kantor Sekda, kantor Bupati, Dinas-dinas lembaga di daerah, Universitas, dan lain-lain ada 2034 titik di seluruh Indonesia. Jadi kita pikir yang simpel," katanya.

Selain itu, hasil dari tes menggunakan CAT ini juga lebih transparan. "Peserta bisa langsung melihat berapa dia jawab dengan benar dan berapa nilainya tidak bisa dimanipulasi. Saat itu juga hasilnya keluar," katanya.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads