Penandatanganan perjanjian kerja sama atas fasilitas pinjaman tersebut dilakukan Presiden Direktur BII Taswin Zakaria dan Direktur Utama AP II Tri S. Sunoko dengan disaksikan Direktur Keuangan AP II Laurensius Manurung, Direktur Perbankan Bisnis BII Jenny Wiriyanto dan EVP BII Ricky Antariksa di kantor pusat AP II, Tangerang, Banten, hari ini.
"Penyediaan fasilitas pinjaman berjangka kepada AP II sejalan dengan misi humanizing financial services, yang merupakan wujud dari komitmen BII untuk mendukung upaya pemerintah di bidang pembangunan infrastruktur di Indonesia, termasuk pengembangan bandara sebagai pendukung transportasi udara dan pariwisata," kata Taswin dalam siaran pers, Senin (11/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fasilitas pinjaman berjangka 10 tahun ini akan digunakan AP II untuk berbagai pengembangan dan pembangunan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, di antaranya adalah Terminal 3 Ultimate yang diproyeksikan sebagai terminal penumpang pesawat tercanggih di Indonesia.
Setelah pembangunan Terminal 3 Ultimate selesai tahun depan, AP II akan melakukan revitalisasi Terminal 1 dan Terminal 2. Setelah proyek ini rampung, daya tampung Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan menjadi 61 juta penumpang, atau naik 177% dibandingkan dengan kapasitas sekarang 22 juta penumpang.
Pembangunan lain yang tengah disiapkan salah satu bandara tersibuk di dunia ini adalah integrated building yang terletak di antara Terminal 1 dan Terminal 2.
Integrated building diproyeksikan menjadi gedung one stop service yang di dalamnya terdapat area komersial, mal, hotel, area parkir, stasiun kereta, serta stasiun automated people mover system yang merupakan alat transportasi khusus di dalam area bandara.
Tri mengatakan kemitraan dengan BII merupakan salah satu upaya perusahaan untuk menjadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta berkelas dunia.
"Setelah kami melakukan seleksi terhadap beberapa bank, hanya BII yang dapat memenuhi ekspektasi AP II untuk berperan sebagai kreditur guna memperlancar pengembangan yang tengah dilakukan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta," jelas Tri.
"AP II tengah melakukan pembangunan dan pengembangan hampir di seluruh bandara yang dikelolanya. Khusus Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dana yang diperlukan sekitar Rp 26 triliun untuk periode 2007 hingga 2020," papar Tri.
Guna memenuhi kebutuhan sebagian dana investasi tersebut, AP II membuka opsi pendanaan dari perbankan, lembaga keuangan non-bank, dan sumber lainnya.
(ang/dnl)










































