Jokowi mengakui setiap kepemimpinan berbeda termasuk soal struktur kementeriannya. Ia pun tak mau bicara soal opsi perampingan atau gemuknya struktur kabinetnya nanti.
"Bisa aja fokusnya di maritim ada kementerian maritim. Ini masih diproses dan digodok," kata Jokowi di Balai Kota Jakarta, Senin (11/8/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada fokus swasembada pangan mustinya ada fokus kementerian itu. Kemudian ada masalah mental mungkin kementerian kebudayaan bisa saja," katanya.
Jokowi juga tak mematok sebuah seorang menteri harus punya wakil. Posisi wakil menteri dibutuhkan jika sebuah kementerian punya beban tugas yang berat dan banyak.
"Tergantung beban. Kalau memang beban diperlukan kenapa tidak, kalau nggak diperlukan untuk apa," katanya.
Terkait sektor maritim, Jokowi pernah memaparkan visi misinya antara lain mengurangi pencurian ikan di laut Indonesia, hingga menciptakan lapangan pekerjaan di sektor matirim.
(hen/hds)











































