Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menyanjung cara kerja Chairul Tanjung sebagai Menko Perekonomian. Dia mengaku ngos-ngosan menghadapi tugas dari Chairul yang akrab disapa CT.
CT dan para menteri ekonomi lainnya melakukan serangkaian acara di Makassar tanggal 11-12 Agustus 2014. Sahrul Yasin mengaku kewalahan mempersiapkan kedatangan rombongan menteri dari Jakarta.
"Terlalu singkat waktunya, saya diperintah 5 hari yang lalu untuk mempersiapkan. Perintahnya lisan, saya harus bisa mempersiapkan segalanya. Ini mungkin ciri pemerintah yang baru," kata Sahrul saat menjamu CT dan menteri ekonomi lain di rumah dinasnya, Jl Sudirman, Makassar, Sulsel, Senin (11/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya minta setelah 17 Agustus tidak bisa, waktunya sudah habis. Itulah, Pak Chairul Tanjung yang baru beberapa bulan, gasnya sudah 70 km/jam. Kami ngos-ngosan menghadapinya. Ini pertanda baik, tidak ada waktu yang tersisa," ungkapnya.
Dia juga mengaku senang melihat CT datang bersama rombongan menteri bidang ekonomi yang hampir lengkap. Menurutnya, ini juga pertanda baik persoalan infrastruktur di kawasan Indonesia Timur khususnya Sulawesi akan dituntaskan.
"Saya baru pertama lihat kompak begini, Kenapa nggak dari kemarin Pak Menko masuk ke kabinet. Saya percaya besok ini akan tuntas," katanya seraya menyanjung CT.
Besok, Sulawesi untuk pertama kalinya akan memiliki jaringan rel kereta api. Salah satu rangkaian acara CT dan menteri lainnya adalah memulai proyek kereta api Makassar hingga Pare Pare.
"Yang paling bahagia kita besok groundbreaking kereta api, dan underpass di ujung tol, dan jalan layang Maros dan Bone kami berharap besok, minimal kereta api," katanya.
Menanggapi Gubernur Sulsel, CT mengatakan, masa baktinya sebagai Menko Perekonomian tinggal hitungan bulan. Alasannya datang ke Makassar pada 11 Agustus 2014 karena tak ada waktu lagi untuk melakukan groundbreaking kereta Trans Sulawesi.
"Kira-kira dalam 10 hari ke depan habis untuk perayaan 17 Agustus. Mulai 13-18 itu seluruh waktu habis untuk 17 Agustus. Setelah itu waktu saya tinggal 2 bulan. Dan dalam 2 bulan itu, 20 hari menemani presiden. Jadi kerja saya efektif 1 bulan 10 hari lagi," kata CT.
Karena itu, CT siap mempercepat persoalan infrastruktur sebaik-baiknya dalam sisa waktunya sebagai menteri itu.
Dia mengatakan, karena alasan itu dia ingin mempercepat pengerjaan proyek infrastruktur di kawasan Indonesia Timur khususnya di Sulawesi.
"Tolong Pak Gubernur, tolong memahami keterbatasan yang ada. Besok pada rapat yang dilakukan, hampir seluruh sektor perekonomian lengkap hadir," katanya.
Besok, hampir semua menteri ekonomi akan hadir mendengarkan paparan para gubernur di kawasan Indonesia Timur mulai dari Sulawesi, Maluku hingga Papua. Persoalan yang akan dibahas dalam rapat koordinasi itu terkait infrastruktur.
"Besok semua masalah yang diungkapkan, bisa kita putuskan dan diselesaikan akan kita putuskan dan selesaikan. Dengan demikian tidak ada hambatan di provinsi yang ada di Sulawesi, Maluku, dan Papua," tutup CT.
Sejumlah menteri ekonomi yang hadir adalah seperti Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Menteri Perdagangan M Lutfi, serta Menteri Pertanian Suswono. Kemudian ada pula Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan dan Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo.











































