'Apel Impor AS Lebih Disukai Konsumen daripada Apel Malang'

'Apel Impor AS Lebih Disukai Konsumen daripada Apel Malang'

- detikFinance
Selasa, 12 Agu 2014 13:41 WIB
Apel Impor AS Lebih Disukai Konsumen daripada Apel Malang
Jakarta - Impor pangan Indonesia terus mengalami peningkatan dalam 10 tahun terakhir. Misalnya meningkatnya impor produk hortikultura khususnya apel seperti dari AS.

Deputi bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Adi Lumaksono mengungkapkan alasan meningkatnya nilai impor produk pangan juga disebabkan selera tinggi masyarakat Indonesia.

"Peningkatan impor karena konsumsi dalam negeri, tidak sebatas kapasitas penduduk kita tidak terpenuhi. Tetapi lebih kepada selera," ungkap Adi saat berdiskusi dengan media di Hotel Swiss-Bel, Jalan Kartini Raya, Jakarta, Selasa (12/08/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Contohnya, masyarakat Indonesia kini lebih suka buah apel impor asal AS dan Selandia Baru dibandingkan apel asal Malang, Jawa Timur.

"Ketika diizinkan ya dia (pelaku usaha) akan impor seperti dibandingkan Apel Malang, masyarakat Indonesia itu lebih sukai apel Selandia Baru dan Amerika yang mengakibatkan impor naik," imbuhnya.

Salah satu faktor pendukung hal itu adalah meningkatnya daya beli masyarakat. Sehingga timbul sebuah persepsi saat di masyarakat mengkonsumsi produk impor jauh lebih tinggi dibandingkan produk lokal.

"Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir pendapatan masyarakat meningkat dan daya beli kuat," cetusnya.

Menurut data BPS impor pangan tahun 2003 tercatat US$ 3,34 miliar sedangkan di tahun 2013 impor pangan mencapai US$ 14,90 miliar atau tumbuh 4 kali lipat. Indikator lain tingginya impor pangan Indonesia karena melonjaknya jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 252,16 juta jiwa. Sementara itu kontribusi pertanian dalam PDB (Pendapatan Domestik Bruto) terus turun dari waktu ke waktu yaitu 15,19% di tahun 2003 sedangkan di tahun 2013 lebih kecil hanya 14,43%.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads