Daur Ulang Sampah, Rubama Raup Rp 2 Juta/Bulan

Daur Ulang Sampah, Rubama Raup Rp 2 Juta/Bulan

- detikFinance
Selasa, 12 Agu 2014 14:22 WIB
Daur Ulang Sampah, Rubama Raup Rp 2 Juta/Bulan
Banda Aceh - Siapa bilang sampah tidak berharga? Di tangan-tangan perempuan ini, sampah disulap menjadi aneka kreasi dengan harga jual mencapai ratusan ribu rupiah. Bahkan mereka sudah menjualnya hingga ke luar negeri seperti Malaysia dan Amerika.

Inilah yang tengah dikembangkan oleh perempuan-perempuan kreatif asal Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. Dari tangan perempuan ini sampah yang tak bernilai diubah menjadi karya seni yang dijual dengan harga tinggi.

Adalah Rubama, penggagas sekaligus koordinator Komunitas Nusa Kreasi. Ia sudah memulai usahanya mendaur ulang sampah menjadi karya seni sejak 2006 silam. Sampah organik dan unorganik menjadi barang berharga seperti tas, dompet, tempat tisu, bunga dan benda bermanfaat lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Produk-produk ini sangat disukai oleh orang luar negeri," kata Rubama saat ditemui detikFinance, Selasa (12/8/2014).

Barang-barang hasil kreasi Rubama dijual dengan harga bervariasi. Mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 250 ribu. Rubama pun kini kebajiran pesanan dari sejumlah pelanggan. Untuk mengerjakan sebuah karya seni seperti tas rajut, Rubama membutuh waktu antara satu hingga dua hari.

Menurut Rubama, ide awal membentuk bengkel kreasi ini setelah mereka sadar bahwa sampah bisa menghasilkan uang. Untuk mengumpulkan sampah-sampah yang berserakan, mereka mendirikan sebuah bank sampah yang tak jauh dari lokasi.

"Sekarang kami mempunyai 15 anggota," jelasnya.

Saat awal melakukan promosi, Rubama beserta seluruh anggota menampilkan produk mereka pada pelanggan. Sekarang, produk mereka sudah mulai dijual hingga ke Malaysia dan Amerika.

"Yang dijual ke luar negeri melalui teman," ungkapnya.

Dari hasil kreasi ini, Rubama mampu meraup Rp 1 juta hingga Rp 2 juta perbulan. Padahal, modal awal hanya Rp 100 ribu itupun hasil patungan dari anggota kelompok.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads