"Festival ini memiliki tujuan untuk memperkenalkan potensi wisata bawah laut Teluk Tomini kepada dunia luar sebagai destinasi wisata yang menawarkan keunikan, keindahan dan kenyamanan," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo dalam sambutannya pada Peluncuran Festival Teluk Tomini di Gedung Mina Bahari III, Jakarta, Rabu (13/8/2014).
Cicip mengatakan, Teluk dengan luas kurang lebih 6 juta hektar ini memiliki sumberdaya alam yang kaya dan unik. Dari total luas kawasan tersebut, terdapat kawasan terumbu karang seluas 1.031 hektar dan hutan mangrove seluas 785,10 hektar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan semua kekayaan tersebut, tak berlebihan bila dikatakan bahwa kawasan ini dapat menjadi salah satu tujuan wisata baru kelas dunia yang dimiliki Indonesia. "Sehingga sumbangsihnya kepada perekonomian nasional dapat dirasakan," pungkasnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang 2013 kunjungan wistawan mancanegara telah mencapai 8,8 juta orang. Dari kunjungan tersebut, jumlah devisa yang disumbang dari sektor pariwisata mencapai US$10,05 miliar.
"Dengan semakin banyaknya pengembangan kawasan-kawasan wisata yang digarap secara serius, maka bukan tidak mungkin devisa yang akan diterima Indonesia akan lebih banyak lagi," tandas Cicip.
Selain pemasukan negara dari sektor pariwisata ini, ia menambahkan, festival ini akan menciptakan peluang investasi yang kondusif di berbagai sektor khususnya kelautan dan perikanan.
"Festival ini diharapkan dapat membuka kran investasi khususnya di sektor kelautan dan perikanan yang bernafaskan konsep ekonomi biru. Sehingga menciptakan produksi komoditas kelautan dan perikanan berkualitas serta berkelanjutan," tegas Cicip.
Selain Cicip, hadir dalam acara yang termasuk dalam rangkaian Hari Nusantara 2014 ini adalah Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, serta Bupati Parigi Moutong, Samsurizal Tombolotutu.
(hen/hen)











































