Respon Moratorium Utang, RI Akan Gelar Pertemuan Bilateral
Senin, 03 Jan 2005 13:31 WIB
Jakarta - Menkeu Jusuf Anwar menegaskan, pemerintah akan merespon dan menindaklanjuti keinginan moratorium utang dari negara-negara yang tergabung dalam Paris Club seperti Jerman, AS, Perancis dan Kanada. Diharapkan Indonesia setidaknya bisa memperoleh reschedulling utang tanpa masuk lagi dalam program IMF. "Moratorium memang ada pernyataan dari pemerintah Perancis, Jerman dan didukung Presiden AS. Itu masih sporadis. Kita akan follow up-i dengan melakukan pertemuan secara bilateral," kata Menkeu Jusuf Anwar saat jumpa pers di Gedung BEJ, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (3/1/2005).Sebelumnya sejumlah negara seperti Jerman, Perancis, Kanada telah menyatakan keinginannya untuk memberikan moratorium utang melalui Paris Club kepada negara-negara di Asia yang terkena dampak bencana Tsunami.Menurutnya, pertemuan bilateral sangat penting untuk memastikan apakah moratorium itu akan diberikan secara bilateral ataukah harus lewat Paris Club. "Kita sudah bertemu dengan Menlu dan telah meminta Deplu secara bilateral mem-follow up-i bagaimana bentuk moratorium utang itu," ujar Menkeu.Ditegaskan, jika moratorium itu dikaitkan dengan Paris Club, maka setidaknya Indonesia memperoleh reschedulling utang tanpa masuk lagi dalam program IMF. "Kalau ini dikaitkan dengan Paris Club, minimum Indonesia seharusnya memperoleh reschedulling tanpa masuk lagi ke program IMF. Soalnya selama ini harus lewat program IMF," tegas Menkeu. Hal senada juga disampaikan oleh Meneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati yang menyatakan pemerintah akan menyambut adanya reschedulling atau penghapusan utang. Dikatakannya, event yang paling mungkin membahsa moratorium atau reshedulling adalah lewat forum CGI yang akan digelar pada pertengahan Januari ini. Pemerintah juga akan memperdalam mekanisme dari moratorium ataupun reschedulling tersebut.
(qom/)











































