"Kita bangga melihat berdirinya bandar udara yang megah dan modern di Makassar, Balikpapan, Medan dan Bali. Tidak kalah megah dari bandara internasional Soekarno-Hatta," kata SBY saat menyampaikan Pidato Kenegaraan di Gedung DPR/MPR/DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2014).
SBY mengaku berbesar hati melihat jalan tol atas laut di Bali, jalur kereta api baru dari bandara ke pusat kota Medan, atau jembatan Kelok Sembilan di Sumatera Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan pembangunan-pembanguan tersebut tak terlepas program, MP3EI sejak 2011 yang telah merealisasikan lebih dari 382 proyek, yang terdiri dari 208 proyek infrastruktur dan 174 proyek sektor riil, dengan nilai tidak kurang dari Rp 854 triliun.
"Yang menggembirakan adalah mayoritas percepatan pembangunan infrastruktur dan sektor riil terjadi di luar Jawa dengan total nilai proyek sebesar Rp 544 triliun," katanya.
SBY mengakui bahwa masih banyak tantangan infrastruktur di masa depan. Banyak proyek-proyek infrastruktur yang lama terhambat pelaksanaannya bahkan terhenti, baik karena alasan politik, birokrasi atau logistik.
"Ini tetap merupakan pekerjaan rumah besar kita, karena tidak mungkin Indonesia menjadi raksasa ekonomi Asia tanpa infrastruktur yang makin lengkap, berkualitas dan modern," katanya.
(hen/hds)











































