Pria Garut Ini Tinggalkan Usahanya Demi Jualan Bendera

Pria Garut Ini Tinggalkan Usahanya Demi Jualan Bendera

- detikFinance
Jumat, 15 Agu 2014 13:25 WIB
Pria Garut Ini Tinggalkan Usahanya Demi Jualan Bendera
Jakarta - Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus menjadi ladang uang bagi sebagian orang, seperti para penjual bendera merah putih. Panas dan hujan tak menyurutkan semangat mereka untuk berdagang bendera.

Bisnis penjualan bendera merah putih memang hanya musiman setahun sekali khusus menjelang dan pada bulan Agustus saja. Misalnya yang dialami Alo, seorang pedagang bubur di Condet, Jakarta Timur kini berjualan bendera, ia rela meninggalkan usaha buburnya.

"Sudah sejak tahun 2000-an saya berjualan bendera. Bubur saya tinggalin dulu," kata pria asal Garut ini kepada detikFinance di kawasan Tebet, Jakarta, Jumat (14/8/2014)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alo hanya sebagian kecil dari pedagang bendera lainnya yang harus meninggal usahanya sementara. Selain Alo, ada Surono yang rela meninggalkan usahanya sehari-hari berjualan buah.

Padahal, keuntungan menjual buah jauh lebih menjanjikan daripada bendera. Surono bisa mendapatkan untung hingga dua kali lipat saat berjualan buah di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Surono mengaku sejak tanggal 1 Agustus lalu telah berjualan bendera, dan rencananya tanggal 16 Agustus nanti hari terakhirnya berjualan bendera untuk tahun ini.

"Saya tinggalin dulu, kalau untung jauh lebih besar buah. Saya jualan ini tahunan karena cinta dan senang," ujarnya.

Selepas shalat subuh, ia bergegas menuju lapaknya di seberang Pasar Tebet. Surono rela berpanas-panas kadang berteduh kala hujan hanya untuk mengais rezeki untuk keluarganya. Hal ini sudah dia lakukan sejak tahun tahun 1980-an di tempat yang sama.

"Alhamdulillah buat makan-makan aja, karena saling berbagi kesenangan memperingati ini," ujar pria beranak delapan ini.

(zul/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads