Pertama Kali APBN 2015 Tembus Rp 2.000 Triliun, Tapi Masih Defisit

Pertama Kali APBN 2015 Tembus Rp 2.000 Triliun, Tapi Masih Defisit

- detikFinance
Jumat, 15 Agu 2014 15:46 WIB
Pertama Kali APBN 2015 Tembus Rp 2.000 Triliun, Tapi Masih Defisit
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2015 belanja negara akan menembus Rp 2.019,9 triliun. Jika terealisasi, APBN ini merupakan porsi terbesarnya sepanjang sejarah Republik Indonesia (RI).

Meski demikian, SBY menambahkan, tahun depan masih akan terjadi defisit anggaran sebesar Rp 257,6 triliun atau setara 2,32% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), turun dari defisit APBNP 2014 sebesar 2,4% dari PDB.

"Secara garis besar postur RAPBN 2015 dapat saya sampaikan sebagai berikut," ujarnya dalam pidatonya soal RUU APBN 2015 di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Total pendapatan negara mencapai sebesar Rp 1.762,3 triliun yang terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.370,8 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 388 triliun dan penerimaan hibah Rp 3,4 triliun.

"Sementara itu total belanja negara mencapai Rp 2.019,9 triliun yang terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.379,9 triliun, dan transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 640 triliun," ujarnya.

(mkl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads