Faktor risiko menjadi salah satu hal penting yang patut dipertimbangkan oleh calon investor sebelum terjun untuk berinvestasi di bisnis ini. Namun sistem bagi hasil ini juga menawarkan kemudahan bagi investor.
Misalnya PT Harfam Jaya Makmur, perusahana yang menawarkan investasi lahan hutan jati mengklaim investasinya aman, menawarkan keuntungan yang menggiurkan, dan kemudahan bagi investor. Mereka beralasan pasar produk kayu jati tak pernah kehabisan pasar, dan banyak dicari orang terutama para perajin mebel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama 8 tahun itu, pihak Harfam yang akan mengurus segala proses pembibitan, perawatan, perizinan legalitas kayu, hingga penjualan. Jadi, investor menurutnya hanya tinggal mengambil keuntungan hingga masa kontrak kerjasama 8 tahun itu berakhir.
"Harfam yang menjamin pembelinya ada. Jadi mulai pembibitan, perawatan, garansi pembelinya ada itu Harfarm sendiri yang kelola. Jadi investor pas waktunya panen kita telepon kita kasih tau 'pak mau saksikan nggak lelangnya?' Nanti disaksikan, mau beli harga berapa. Tetap lelang, transparan. Jadi kita undang semua buyer," kata Dito kepada detikFinance di acara BTN Properti Expo, di JCC Senayan, Jakarta, Senin (18/8/2014).
Selain itu, Dito mengatakan, lahan yang dibeli oleh investor adalah sertifikat hak milik (SHM) atas nama investor. Kerjasama dengan Harfam akan berlangsung selama 8 tahun.
Jika setelah 8 tahun investor ingin melanjutkan kerjasamanya, Harfam akan membantu pembibitan hingga penjualannya lagi.
Jika tidak dilanjutkan kerjasamanya, investor bisa melakukan apa saja atas lahannya, namun dengan catatan tidak membangun bangunan lebih dari 3% dari total lahan. Atau, investor pun bisa menjual lahannya ke pihak Harfam atau ke pihak lain dengan harga pasar saat dijual.
"Kami dengan senang hati akan membeli lagi. Otomatis dengan harga tanahnya nanti, bukan harga sekarang, Harfarm fair kok," jelasnya.
Di samping itu, jika tak sampai 8 tahun investor ingin menjual lahannya, Harfam bersedia membeli lahan tersebut atau membantu menjualnya ke pihak lain.
"Kalau seperti kejadian kemarin ada mitranya Harfam yang pailit bangkrut usahanya, itu bisa dijual lagi. Selama ini dia punya perusahaan, dia bangkrut. Dia tak bisa nyicil untuk bayar Harfarm, ya sudah dia minta tolong Harfarm untuk bantu jualin," tambahnya.
(hen/hen)











































