Ahok Ancam Ambil Alih Proyek 6 Tol Dalam Kota Jakarta

Ahok Ancam Ambil Alih Proyek 6 Tol Dalam Kota Jakarta

- detikFinance
Selasa, 19 Agu 2014 17:24 WIB
Ahok Ancam Ambil Alih Proyek 6 Tol Dalam Kota Jakarta
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengancam akan mengambil alih proyek 6 tol dalam kota Jakarta, untuk dialihkan menjadi jalan umum dengan Electronic Road Pricing (ERP).

Langkah ini diambil jika pengembang 6 tol dalam kota, yaitu PT Jakarta Toll Development (JTD) yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Pemda DKI, 'mencicil' proses pembangunan proyek.

Pihak JTD berencana lebih memprioritaskan dua ruas tol yaitu ruas Tol Semanan-Sunter dan Sunter-Pulo Gebang. Kedua ruas tol tersebut panjangnya 29,67 km.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dia bangunnya cuma 2 dulu saya nggak mau. Saya udah ancam BUMD kita dan BUMN kalau Anda nggak mau bangun 6 ruas tol sekaligus, Anda nggak selesai saya bisa ambil alih," kata Ahok usai rapat TPUT di Balai Kota, Selasa (19/8/2014).

Ahok menegaskan pembangunan tol dalam kota harus serempak demi mendukung menyeluruh konsep jalan umum yang dilengkapi fasilitas transportasi massal seperti bus TransJakarta. Alasannya Pemda DKI sudah menyiapkan MRT, rencana pembangunan LRT, penyediaan bus tingkat gratis, dan perbaikan TransJakarta. Rencananya 6 tol dalam kota dilengkapi bus TransJakarta.

"Kalau saya ambil alih saya nggak jadikan tol, saya mau bangun sendiri pakai APBD lalu diterapkan ERP semua," katanya.

Menurutnya jika 6 jalan layang tersebut difungsikan sebagai jalan umum dengan ERP, maka pemasukan pemda DKI akan lebih banyak, dan punya fleksibilitas dalam menetapkan tarif tanpa persetujuan pemerintah pusat seperti yang terjadi dalam penetapan tarif tol.

"Lebih kaya saya, nggak usah bayar pajak penghasilan dan nggak usah minta tarif naik berdasarkan kementerian. Saya naik turunin saja semau saja, wong ERP kok," katanya.

Sebelumnya Direktur Pengembangan PT JTD Ngurah Wirawan mengungkapkan, dua ruas tol yang menjadi prioritas utama adalah ruas Tol Semanan-Sunter dan Sunter Pulo Gebang. Kedua ruas tol tersebut panjangnya 29,67 km.

Menurut Ngurah, ada dua pertimbangan teknis soal alasan pembangunan kedua tol tersebut diutamakan dibandingkan 4 ruas tol yang lain. Pertama, pertimbangan terkait akses tol tersebut terhadap infrastruktur pelabuhan yang dapat memperlancar proses logistik.

"Lalu lintas logistik di Timur Jakarta ini sangat berat. Jalan tol Penjaringan di Tanjung Priok ini mengerikan, dengan adanya tol ini, kemacetan di sana itu berkurang," kata Ngurah beberapa waktu lalu.

Tol ini terbagi menjadi 6 ruas dan yang dibangun dalam 3 tahap dengan total investasi Rp 41 triliun. Adapun rinciannya sebagai berikut:

1. Semanan-Sunter (20,2 km) - Rp 11,06 triliun
2. Sunter-Pulo Gebang (9,4 km) - Rp 4,91 triliun
3. Duri Pulo-Kp Melayu (12,65 km) - Rp 8,16 triliun
4. Kemayoran-Kp Melayu (9,6 km) - Rp 4,9 triliun
5. Ulujami-Tanah Abang (8,7 km) - Rp 6,1 triliun
6. Pasar Minggu-Casablanca (9,15 km) Rp 5,9 triliun

(hen/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads