Hingga 8 Agustus 2014, penerimaan pajak tercatat Rp 548,07 triliun. Pencapaian ini adalah 51,11% dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) 2014 yang sebesar Rp 1.072,38 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung menilai akan sulit untuk bisa mencapai target pajak hingga akhir tahun.
"Memang saya sudah mendengar langsung dari Menkeu maupun Dirjen Pajak. Kelihatannya ada pelemahan penerimaan sehingga kelihatannya juga akan agak sulit untuk mencapai target sesuai dengan APBN-P," ungkap CT, sapaan Chairul Tanjung, saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (21/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama pasti intensifikasi, kalau ekstensifikasi perluasan wajib pajak. Langkah-langkahnya detilnya tentu kita serahkan kepada Dirjen Pajak dan Kemenkeu," tuturnya.
CT menegaskan, pihaknya tentu akan mendukung semua langkah yang diambil Kemenkeu untuk bisa menggenjot penerimaan pajak. "Sekarang sedang dilakukan langkah-langkah intensifikasi dan ekstensifikasi. Tentu saya sebagai Menko mendukung semua langkah ini," katanya.
Namun begitu, CT meminta jangan sampai target pencapaian pajak menjadi tujuan utama sehingga masyarakat yang seharusnya tidak kena pajak dipaksa untuk membayar pajak.
"Jangan sampai target dijadikan tujuan, karena nanti orang yang sebenarnya tidak berkewajiban membayar pajak dipaksa untuk membayar pajak. Akibatnya iklim usahanya menjadi tidak baik," tegasnya.
(drk/hds)











































