Bank Dunia, IMF dan PBB Rencanakan Bantuan Pasca Tsunami

Bank Dunia, IMF dan PBB Rencanakan Bantuan Pasca Tsunami

- detikFinance
Selasa, 04 Jan 2005 16:35 WIB
Jakarta - Bank Dunia, International Monetary Fund (IMF) dan PBB tengah menyiapkan rencana memberikan bantuan kepada negara-negara korban gempa dan tsunami. Bantuan tersebut diberikan berkaitan dengan adanya dampak akibat tsunami. Bantuan itu diberikan untuk melakukan recovery dalam jangka panjang. "Ini sebuah krisis yang besar-besaran, membutuhkan respon yang besar juga dari masyarakat internasional," kata Preiden Bank Dunia James Wolfensohn. Dia mengaku telah melakukan perjalanan ke sejumlah wilayah di Asia Selatan dan Tenggara untuk melihat negara-negara yang membutuhkan bantuan itu."Kami akan bekerja bergandengan tangan dengan semua partner kami untuk membantu mereka di masa transisi untuk melakukan recovery jangka panjang," katanya.Pasca gempa dan tsunami di wilayah Asia yang terjadi pada 26 Desember lalu, Bank Dunia telah menyatakan komitmennya untuk membantu US$ 250 juta untuk perbaikan infrastruktur dan membangun perekonomian di negara yang terkena bencana.Bantuan US$ 250 juta itu akan diambil melalui program tetap bantuan. "Semuanya itu termasuk untuk bantuan kredit darurat dan pinjaman sebagai respon terhadap apa yang tengah dibutuhkan oleh negara penerima yang terkena bencana," tukasnya. Indonesia, Srilangka, Thailand dan India merupakan negara yang paling parah terkena bencana yang akan mendapatkan prioritas bantuan.Wolfensohn juga mengikuti pertemuan para pemimpin The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) di Jakarta yang diikuti juga oleh negara-negara maju lainnya untuk membantu negara korban tsunami. Dia juga sudah mengunjungi Aceh dan melakukan perjalanan ke Srilangka dan Maladewa."Prioritas bantuan adalah untuk merehabilitasi, bantuan kesehatan dan proyek rekontruksi lainnya, lanjutnya.Sementara IMF menyatakan pihaknya sudah melakukan kontak dengan pemimpin negara-negara yang terkena dampak langsung tsunamui. Terutama akan diberikan bantuan untuk mengatasi imbas bencana tsunami terhadap keuangan dan makro ekonomi negara itu. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads