Tiga Instansi Ini Dorong Pengembangan Kapasitas Pelaku KUKM

Tiga Instansi Ini Dorong Pengembangan Kapasitas Pelaku KUKM

- detikFinance
Selasa, 26 Agu 2014 14:47 WIB
Tiga Instansi Ini Dorong Pengembangan Kapasitas Pelaku KUKM
Bogor - Bekerjasama dengan PT Trans Retail Indonesia, Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (SMESCO) menggelar Program Peningkatan Kapasitas Pelaku Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM).

Selain PT Trans Retail Indonesia, SMESCO juga menggadeng Yayasan Duta Bangsa dan Bank Mega Syariah. Kolaborasi pihak-pihak ini akan memberikan paket pembekalan lengkap kepada para pelaku KUKM peserta pelatihan ini.

Direktur Marketing Duta Bangsa Ferdinand Damita mengatakan, dalam pelatihan ini pihaknya memberikan pembekalan dan pengembangan keterampilan dalam membentuk mental usaha para pelaku KUKM yang kuat dan berkualitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bicara KUKM, bukan hanya bicara kesulitan modal. Tapi juga bicara pengembangan pola pikir serta pengembangan mental usaha yang mandiri dan berdaya saing. Itu hal mendasar yang harus terlebih dahulu dibangun agar KUKM kita dapat bersaing di pasar modern," papar Ferdinand kepada detikFinance di Grand Smesco Hill, Bogor, Selasa (26/8/2014).

Ferdinand mengatakan, setiap harinya akan dibahas topik-topik dasar yang perlu diketahui pelaku KUKM agar produknya dapat bukan hanya masuk di pasar modern, tetapi juga bersaing dengan produk serupa dari pelaku usaha di level yang lebih tinggi.

Ada pun topik pengembangan yang akan diterima peserta meliputi pelatihan dan motivasi untuk meraih sukses, konsep pengembangan usaha, serta manajemen dan akses jasa keuangan. Ada pula pembekalan untuk pengembangan kualitas produk dari mulai pengemasan, higienitas, kualitas, dan kuantitas.

"Ada pula pemberian informasi perihal pengurusan izin BPOM, Sertifikasi Izin Halal, dan lain sebagainya," sambung dia.

Dalam kesempatan yang sama, Corporate Affair PT Trans Retail Indonesia (Carrefour) Adji Srihandoyo mengatakan, setelah pelaku KUKM mendapat semua pembekalan tersebut, Carrefour juga membuka peluang agar produk-produk hasil KUKM ini dapat masuk ke pasar modern.

"Carrefour memfasilitasi. Jadi setelah mereka siap dengan hygien-nya, siap dengan kemasannya, siap dengan label halalnya, siap semua, maka Carrefor akan membantu di sisi pemasaran," kata Adji.

Setelah masuk ke pasar modern seperti Carrefour, Adji mengatakan bahwa pelaku pasar akan memiliki pengalaman memasarkan produknya di pasar modern serta merasakan bagaimana ketatnya persaingan bisnis yang profesional.

"Pembekalannya sudah, kalau tidak dipraktikkan, sama saja tidak terlihat peningkatan kapasitasnya," tuturnya.

Sementara dari sisi permodalan, Bank Mega Syariah siap mendukung para pelaku KUKM ini untuk meningkatkan level bisnis yang lebih tinggi lagi dan jangkauan pasar yang lebih luas lagi.

"Jadi ini memang kombinasi yang lengkap. Pelaku KUKM tidak hanya dapat dorongan permodalan tapi juga dapat pembekalan yang lengkap," ujar Group Head Retail Bussines Bank Mega Syariah Iwan Nazirwan dalam kesempatan yang sama.

Menurutnya, ada perbedaan mendasar antara pelaku KUKM yang hanya mendapat dorongan permodalan dengan pelaku KUKM yang mendapat pendampingan lengkap seperti ini.

"Mereka yang terlebih dahulu telah mendapat pembekalan akan memiliki daya saing yang lebih baik. Karena bila wawasan pelaku KUKM tidak dikembangkan, maka berapa besar modal yang disuntikkan tidak akan dapat dikelola dengan baik," tegasnya.

(hds/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads