Namun, tidak sedikit pengusaha mikro yang tidak mampu menjaga kelangsungan bisnisnya. Apa penyebab banyak pengusaha mikro tak mampu bertahan?
Direktur Marketing Duta Bangsa Ferdinand Damita menuturkan, faktor pertama yang membuat pelaku UMKM sulit mengembangkan bisnis adalah mereka tidak mengenal dirinya sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor kedua, lanjut Ferdinand, adalah sikap bisnis yang tidak tepat. Menurutnya, banyak pelaku usaha di sektor mikro yang kurang bisa menempatkan diri dalam bersikap, baik dengan pegawai maupun dengan lawan bisnisnya.
"Selama ini kita bicara pelaku UMKM, meraka merasa sebagai business owner. Merasa paling tahu, paling bisa, sehingga menganggap anak buah tidak tahu apa-apa. Padahal harusnya bisa memberdayakan anak buahnya," tegas Ferdinand.
Faktor ketiga, tambah Ferdinand, adalah kurangnya pemahaman dalam hal pencatatan keuangan. Bahkan seringkali catatan keuangan bisnis disatukan dengan keuangan rumah tangga.
"Mereka belum mengetahui fungsi pencatatan keuangan. Kadang ada yang bercampur uang keluarganya, masuk sebagai uang modal. Nantinya tentu akan punya masalah kalau ingin berkembang. Kalau ingin berkembang, maka semua harus tercatat dan tidak boleh campur aduk," paparnya.
Jika pelaku UMKM berhasil mengatasi hambatan-hambatan tersebut, Ferdinand meyakini usaha mereka akan terus berkembang. Mengakses modal pun bukan lagi perkara sulit.
"Karena mereka mengetahui potensi usaha yang dijalaninya, tahu usahanya akan berkembang seperti apa, maka mereka juga bisa mempresentasikan bahwa usahanya laik didanai, laik diberi dorongan modal," terangnya.
(hds/hds)











































