Corporate Secretary Adhi Karya M Aprindy menjelaskan, pengembangan moda transportasi monorel Jabodetabek ini masih menunggu payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) untuk penugasan. Perpres dibutuhkan karena moda yang membentang sepanjang 39,03 km ini dibangun melewati dua provinsi yaitu DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Aprindy menilai, izin baru keluar setelah era pemerintahan presiden-wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Alhasil, warga Cibubur dan Bekasi harap bersabar karena proyek ini rencananya baru dimulai tahun depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski masih menunggu restu, namun Adhi Karya bersama konsorsium BUMN telah mempersiapkan detail desain dan dana. Secara teknis dan kemampuan, Adhi Karya dan konsorsium tidak ada persoalan.
Konsorsium sendiri melibatkan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT INKA (Persero), PT Len Industri (Persero), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan bank-bank BUMN.
"Secara kemampuan teknik dan pembiayaan, kami sudah siap. Kami punya perusahaan pre cast dan pengalaman mengerjakan konstruksi," jelasnya.
Diproyeksi proyek ini baru bisa dimulai pada 2015. Namun Aprindy belum bisa memastikan kapan akan dimulai karena masih menunggu Perpres penugasan. Adhi Karya akan memulai proses groundbreaking begitu Perpres turun.
"Realitisnya dimulai 2015," ujarnya.
Masa konstruksi diperkirakan selama 3 tahun, sehingga Monorel Jabodetabek ditargetkan bisa beroperasi pada 2018. Saat sudah beroperasi, monorel mampu membawa 120.000 penumpang per hari dengan head way antar kereta selama 5 menit.
"Ini kan moda yang bagus untuk memidahkan orang dari pusat pemukiman di Bekasi Timur dan Cibubur ke Cawang," katanya.
(feb/hds)











































