"Akibatnya ada semacam penyatuan kota. Ada beberapa daerah kecil yang berada di dua kota yang menjadi besar. Pada 2007 hingga sekarang setelah dibangun high speed train atau kereta dengan kecepatan 384 km/jam Taipei dan Kaisung hanya ditempuh 1,5 jam," ungkap Bambang saat berdialog dengan para pimpinan daerah se-Jawa di kereta api wisata Argo Anggrek, Rabu (27/08/2014).
Bambang menjelaskan, sebelum dibangun proyek kereta cepat pada 1978-1986 pemerintah Taiwan telah membangun Sun Yat Sen Highway. Sehingga waktu tempuh dari Taipei ke Kaisung adalah 6 jam. Jauh sebelum itu, ketika belum dibangun jalan hubung Sun Yat Sen Highway, lama perjalanan dari Taipei ke Kaisung bahkan membutuhkan waktu 1 hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari contoh ini, Bambang berharap dengan adanya jalur ganda kereta api Jakarta-Surabaya sejauh 720 km dapat membantu gerak ekonomi khususnya di daerah Pantura. Menurutnya, Pantura adalah tulang punggung ekonomi Indonesia dengan potensi pendapatan Rp 1.963 triliun pada 2011 atau menyumbang 26,5% dari ekonomi Indonesia.
"Pantura ini memegang peranan penting terutama di dalam aspek distribusi. Kita bangun jalur ganda setelah 150 tahun lalu pertama kali Belanda membangun jalur kereta. Ekonomi kita berkembang dengan cepat dan jalur ganda ini bisa dioptimalkan dengan baik," jelas Bambang.
(wij/hds)











































