APBN Naik Terus, Kok Pertumbuhan Ekonomi Turun?

APBN Naik Terus, Kok Pertumbuhan Ekonomi Turun?

- detikFinance
Rabu, 27 Agu 2014 11:27 WIB
APBN Naik Terus, Kok Pertumbuhan Ekonomi Turun?
Jakarta - Pada termin kedua pemerintahannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai tak mampu mewujudkan anggaran negara yang sehat. Hal ini terlihat dari postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kurang ideal.

Hal tersebut dikemukaka oleh ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati dalam diskusi di kantor Indef, Jakarta, Rabu (27/8/2014).

Menurut Enny, APBN tidak berfungsi optimal sebagai motor penggerak ekonomi. Ini terlihat dari belanja negara yang terus meningkat tetapi pertumbuhan ekonomi justru melambat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada 2008, belanja negara tercatat Rp 985,7 triliun. Angka tersebut meningkat hingga Rp 1.650 triliun pada 2013. Namun di sisi lain, pertumbuhan ekonomi melambat dari 6,01% pada 2008 menjadi 5.78% pada 2013.

"Nilai APBN meningkat hampir dua kali lipat dalam lima tahun terakhir. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi cenderung turun. Ini akibat postur anggaran yang tidak ideal," tutur Enny.

Enny menilai, sebagian besar belanja negara habis untuk hal-hal yang tidak produktif. Contohnya adalah subsidi bahan bakar minyak (BBM), belanja pegawai, atau pembayaran utang.

"Total belanja meningkat, tapi sayangnya anggaran sebesar itu habis untuk belanja tidak produktif seperti untuk gaji PNS (Pegawai Negeri Sipil), subsidi BBM, dan pembayaran bunga utang. Itu saja sudah menghabiskan 60% dari total belanja pemerintah. Akhirnya belanja untuk pos-pos produktif tidak maksimal," paparnya.

Kecenderungan ini, lanjut Enny, masih berlanjut dalam Rancangan APBN 2015. Pemerintah masih memberikan anggaran yang besar untuk tiga pos tersebut, termasuk kenaikan gaji PNS minimal 6%.

"Seharusnya pemerintah konsisten dengan kebijakan moratorium penerimaan pegawai dan menunda rencana kenaikan gaji PNS jika tanpa perbaikan kinerja," tuturnya.

(hds/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads