Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani menyebutkan bisa saja fraksi pengusung Jokowi-JK di DPR mengajukan visi-misi tersebut untuk masuk di RAPBN 2015. Namun itu akan sulit berjalan mulus.
"Di DPR bukan cuma PDI-P, ada fraksi lain juga. Bagaimana cara masuknya?" ungkap Askolani di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Rabu (26/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kurang yakin efektivitasnya kalau dimasukkan sekarang. Akan lebih baik itu didesain dari awal, sehingga semua lengkap dan tinggal dijalankan," tukasnya.
Namun, Askolani menyatakan postur RAPBN 2015 bisa berubah dari yang diajukan pemerintah pada 15 Agustus lalu. Beberapa asumsi makro yang menjadi dasar perhitungan dalam RAPBN 2015 bisa saja diubah.
"Bisa saja, tapi terlalu dini. Untuk menetapkan angka asumsi makro nggak bisa ujug-ujug, harus jelas angkanya. Supaya nyambung karena satu paket," papar Askolani.
(mkl/hds)











































