Jalur Ganda KA Jakarta-Surabaya Dongkrak Ekonomi Daerah

Jalur Ganda KA Jakarta-Surabaya Dongkrak Ekonomi Daerah

- detikFinance
Rabu, 27 Agu 2014 13:40 WIB
Jalur Ganda KA Jakarta-Surabaya Dongkrak Ekonomi Daerah
Pertemuan 7 walikota/bupati se-Jawa di KA Argo Anggrek
Jakarta - Jalur ganda Kereta Api Jakarta-Surabaya sepanjang 720 km resmi dioperasikan Juli 2014 lalu. Sambutan positif datang dari beberapa pemerintah daerah khususnya yang dilewati jalur ini

Bupati Bojonegoro Suyoto mengungkapkan daerahnya sudah mempunyai roadmap pengembangan bisnis dari adanya jalur ganda kereta api. Salah satunya adalah menggenjot pendapatan daerah dari sektor hasil penjualan olahan minyak.

"Ini adalah cerita sukses, industri refinery itu benar-benar terjadi di Bojonegoro. Sekarang ada jalur ganda kereta api kita yakinkan jika jalur logistik sangat efisien," kata Suyoto saat berdialog dengan 7 walikota/bupati se-Jawa dan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di kereta api wisata Argo Anggrek, Rabu (27/08/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suyoto mengungkapkan pendapatan asli daerah (PAD) Bojonegoro tertinggi didapat dari sektor minyak bumi. Di kota Bojonegoro terdapat ladang minyak Blok Cepu.

Saat ini Blok Cepu mampu menghasilkan 70.000 barel minyak per hari. Ia memprediksi akhir tahun depan produksi Blok Cepu mencapai 200.000 barel per hari.

"Jadi ini keunggulan Bojonegoro memang didapat dari sektor minyak. 20% cadangan minyak nasional ada di Bojonegoro," imbuhnya.

Sementara itu kegiatan bisnis lainnya yang akan ditingkatkan adalah penjualan pupuk. Pendistribusian pupuk kujang ke beberapa wilayah pertanian di pantai utara akan lebih efisien dan hemat dengan menggunakan kereta api.

Lalu dengan adanya jalur ganda kereta api juga diyakini Suyoto akan mempermudah proses distribusi beras yang dihasilkan Bojonegoro ke beberapa wilayah lain di Jawa termasuk Jakarta.

Sehingga daerah bisa mampu meningkatkan produksi padi dari tahun ke tahun. Tahun ini saja produksi padi di Bojonegoro mencapai 700.000 ton. Jumlah ini akan meningkat menjadi 900.000 tahun depan dan di 2018 produksi padi mencapai 1,5 juta ton.

Kemudian Pemda juga berencana akan mengirimkan daging sapi beku ke Jakarta melalui kereta api berpendingin. Hal itu terjadi karena Bojoneegoro saat ini mempunyai jumlah populasi sapi sebanyak 151.000 ekor dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) modern dengan investasi sebesar Rp 40 miliar.

"Terakhir kami ingin dorong sektor pariwisata. Dengan adanya jalur ganda kereta api ini akan mempermudah wisatawan masuk ke Bojonegoro. Di sini sudah ada 3 hotel berbintang. Ini roadmap Bojonegoro agar peluang ekonomi bisa dimanfaatkan," katanya.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads