Perusahaan Patungan Monorel Jabar Terbentuk

Perusahaan Patungan Monorel Jabar Terbentuk

- detikFinance
Jumat, 29 Agu 2014 10:00 WIB
Perusahaan Patungan Monorel Jabar Terbentuk
Jakarta - Perusahaan joint venture antara Paghegar Group yang diwakili oleh PT Sarana Infrastruktur Indonesia (SII) dan PT Jasa Sarana (JS) sudah terbentuk yakni PT Jabar Moda Transportasi (JMT). Ini merupakan kelanjutan dalam upaya pembangunan moda transportasi monorel di Jawa Barat.

Dalam perusahaan tersebut, SII memiliki saham 20% sementara JS 80%. JS adalah Badan Usaha Milik Pemerintah Provinsi yang ikut serta menanamkan modalnya dalam pengembangan Jabar Monorail.

Menurut Cecep Rukmana, Presiden Direktur Panghegar Group, komposisi saham itu akan berubah setelah pihak Tiongkok yang diwakili oleh China National Machinary Import and Export Corporation (CMC). Komposisi saham akan menjadi SII 20%, JS 40%, dan CMC 40%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Komposisi saham bisa berubah," ujar Cecep dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (29/8/2014).

Dalam pembangunan trase pertama antara Leuwipanjang-Gedebage-Tanjungsari membutuhkan dana Rp 6-8 triliun. CMC akan memberikan pinjaman berbunga murah sebesar 70% dari total kebutuhan, dan sisanya harus disediakan oleh JMT.

Cecep sangat yakin monorel ini akan segera terealisasi setelah urusan administrasi selesai. Rencananya keseluruhan perizinan akan selesai sebelum 19 September 2014, ketika proyek ini diluncurkan di Gedung Sate, Bandung.

Hingga kini, sudah banyak pengembang yang ingin bekerja sama untuk pembangunan dan pengelolaan terminal atau stasiun monorel. Namun itu belum bisa ditindaklanjuti.

"Setelah tanggal 19 September baru akan kita bicarakan," kata Cecep.

Nantinya antara Leuwipanjang-Gedebage akan terdapat 11 stasiun pemberhentian. Ini lah titik pengembangan pengelolaan stasiun untuk properti pendukung pemasukan operator monorel.

Dari studi, harga tiket adalah Rp 10.000 per km sedangkan kemampuan pasar hanya Rp 300 per km. Selisih inilah nantinya yang akan ditutupi dari pemasukan pengelolaan stasiun di sepanjang jalur monorel.

Monorel yang dikembangkan pemerintah provinsi bersama dengan lima kota kabupaten ini berpotensi untuk mengembangkan kota kota satelit di sekitar Bandung. Pertumbuhan kawasan hunian akan lebih tertata karena moda angkutan monorel ini membutuhkan jaringan tranportasi lainnya sebagai penunjang.

"Kita nanti akan melihat kota yang lebih tertata," tutur Cecep.

(hds/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads